All about Hindu, Catur Veda, Rigveda, Yajurveda, Samaveda, Atharvaveda, Darsana, Bhagawad Gita, Mahabharata, Ramayana, Teologi, Purana, Itihasa, Resi, Doa-doa, Wayang, Tempat Suci, Tirthayatra, termasuk Lontar
Rabu, 20 Juni 2012
Dikpalaka - Mata Angin
Aûþadikpàlaka
Mereka adalah delapan dewatà yang mengatur delapan arah (penjuru)
dari alam semesta ini. Walaupun sering dinyatakan, mereka jarang dipuja. Mereka
kebanyakan dinyatakan pada panil tengah dari langit-langit dalam Mahàmaóðapa (ruang utama) dari suatu kuil.
Nawa Graha - 9 Planet
Navagraha
Selama ribuan tahun orang-orang di
seluruh dunia telah mempercayai akan pengaruh planet-planet pada kehidupan dan
sejarah umat manusia. Secara logika, penciptaan planet-planet mengawali adanya
mahluk hidup.
Sisi Lain Parwati
Aspek-aspek Lain dari
Pàrvatì
Seperti barusan dinyatakan, jumlah
aspek utama maupun tambahan dari sang Dewì
atau
Úakti (Pàrvatì),
terlalu banyak untuk diuraikan dalam buku kecil semacam ini. Selain dari tiga
aspek utama yang telah diuraikan, beberapa aspek lain yang lebih umum dikenal
akan diuraikan secara amat singkat.
Seri Evolusi Jìwa
Seri Evolusi Jìwa
Dalam posting ini, kita akan membahas berbagai hal mengenai evolusi Jìwa, dan akan dibagi dalam 13 posting seperti berikut:
- Evolusi Jìwa (Pengantar)
' - EvolusiJìwa (Pendahuluan)
' - EvolusiJìwa (Prinsip)
' - EvolusiJìwa (Menuju Perkembangan)
' - EvolusiJìwa (Evolusi Binatang)
' - EvolusiJìwa (Evolusi Manusia)
' - EvolusiJìwa (Evolusi Kesadaran)
' - EvolusiJìwa (Makhluk Supra Manusia)
' - EvolusiJìwa (Cakra)
' - EvolusiJìwa (Makhluk Cakrawala dan Sang Absolut)
' - EvolusiJìwa (Para Dewa atau Malaikat)
' - EvolusiJìwa (Avàtara)
' - EvolusiJìwa (Wahana Kesadaran)
Evolusi Jìwa (Pengantar)
Evolusi Jìwa (Pengantar)
Jìwa atau jiwa secara umum dianggap sebagai sesuatu materi halus
yang dapat berubah sesuai dengan kondisi lingkungan yang ditempatinya; bahkan
juga dapat sakit atau pun musnah. Dalam kehidupan material sehari-hari kita
hampir-hampir tak pernah merenungkan keberadaannya di alam semesta, dalam
segala hal yang dapat kita saksikan di sekeliling kita.
Evolusi Jìwa (Pendahuluan)
PENDAHULUAN
Sampai saat ini pembahasan mengenai hukum jìwani dalam
kebanyakan literatur kita hanya membahas dua hukum besar saja, yaitu: hukum karma
dan reinkarnasi (penjelmaan kembali); di mana setiap orang pasti akan
memetik hasil dari perbuatannya, cepat atau lambat, dan setiap makhluk lahir
berulang kali sebagai proses pengembangan dan penyempurnaan jiwa. Setelah
mencapai kesempurnaan jiwa melalui sekolah dan pengalaman kehidupan,
orang tidak perlu lagi lahir sebagai manusia. Inilah yang disebut mokûa atau
pembebasan.
Evolusi Jìwa (Prinsip Evolusi Jìwa)
Prinsip
Kenapa aku dilahirkan?
Pertanyaan seperti ini tentu sering kita dengar; dan ilmu
pengetahuan jìwani memberi kita jawaban atas pertanyaan tersebut. Tidak hanya
itu; kita senantiasa akan diberi kesempatan untuk membuktikan kebenaran atas
jawaban tersebut.
Evolusi Jìwa (Menuju Perkembangan)
Menuju Perkembangan
Jìwa itu tak pernah mati, tetap hidup, abadi dan tetap
memiliki kesadaran selamanya. Setelah melalui proses yang disebut kematian,
jìwa meninggalkan badan fisik dan sang jìwa melanjutkan kehidupannya di alam
halus dengan memakai badan halus, sebelum berinkarnasi (menjelma) kembali.
Langganan:
Postingan (Atom)