Rabu, 20 Juni 2012

Perkawinan Ganesa


ganeshColour500.jpg (75244 bytes)

Perkawinan Gaóeúa

 Dewa Úiva dan Pàrvatì sangat bahagia atas pelayanan yang diberikan putra mereka Gaóeúa. Untuk mengalahkan rakûasa Taraka Àsura, putra kedua merekapun lahir. Namanya adalah Skanda. 

Dikpalaka - Mata Angin

Aûþadikpàlaka

Mereka adalah delapan dewatà yang mengatur delapan arah (penjuru) dari alam semesta ini. Walaupun sering dinyatakan, mereka jarang dipuja. Mereka kebanyakan dinyatakan pada panil tengah dari langit-langit dalam Mahàmaóðapa (ruang utama) dari suatu kuil.

Nawa Graha - 9 Planet

Navagraha

Selama ribuan tahun orang-orang di seluruh dunia telah mempercayai akan pengaruh planet-planet pada kehidupan dan sejarah umat manusia. Secara logika, penciptaan planet-planet mengawali adanya mahluk hidup. 

Subrahmanya

Subrahmaóya

Bila Gaóapati dihormati secara universal oleh hampir semua orang Hindu, Buddha dan Jaina, serta bahkan berhasil merambah ke banyak negara Asia Tenggara, China, Jepang dan Afghanistan, namun Subrahmaóya kakaknya, masih tetap terkurung di India Selatan saja.

Sisi Lain Parwati

Aspek-aspek Lain dari Pàrvatì

Seperti barusan dinyatakan, jumlah aspek utama maupun tambahan dari sang Dewì atau Úakti (Pàrvatì), terlalu banyak untuk diuraikan dalam buku kecil semacam ini. Selain dari tiga aspek utama yang telah diuraikan, beberapa aspek lain yang lebih umum dikenal akan diuraikan secara amat singkat.

Seri Evolusi Jìwa

Evolusi Jìwa (Pengantar)

Evolusi Jìwa (Pengantar)

Jìwa atau jiwa secara umum dianggap sebagai sesuatu materi halus yang dapat berubah sesuai dengan kondisi lingkungan yang ditempatinya; bahkan juga dapat sakit atau pun musnah. Dalam kehidupan material sehari-hari kita hampir-hampir tak pernah merenungkan keberadaannya di alam semesta, dalam segala hal yang dapat kita saksikan di sekeliling kita.

Evolusi Jìwa (Pendahuluan)

PENDAHULUAN

Sampai saat ini pembahasan mengenai hukum jìwani dalam kebanyakan literatur kita hanya membahas dua hukum besar saja, yaitu: hukum karma dan reinkarnasi (penjelmaan kembali); di mana setiap orang pasti akan memetik hasil dari perbuatannya, cepat atau lambat, dan setiap makhluk lahir berulang kali sebagai proses pengembangan dan penyempurnaan jiwa. Setelah mencapai kesempurnaan jiwa melalui sekolah dan pengalaman kehidupan, orang tidak perlu lagi lahir sebagai manusia. Inilah yang disebut mokûa atau pembebasan.

Evolusi Jìwa (Prinsip Evolusi Jìwa)

Prinsip

Kenapa aku dilahirkan?
Pertanyaan seperti ini tentu sering kita dengar; dan ilmu pengetahuan jìwani memberi kita jawaban atas pertanyaan tersebut. Tidak hanya itu; kita senantiasa akan diberi kesempatan untuk membuktikan kebenaran atas jawaban tersebut. 

Evolusi Jìwa (Menuju Perkembangan)

Menuju Perkembangan

Jìwa itu tak pernah mati, tetap hidup, abadi dan tetap memiliki kesadaran selamanya. Setelah melalui proses yang disebut kematian, jìwa meninggalkan badan fisik dan sang jìwa melanjutkan kehidupannya di alam halus dengan memakai badan halus, sebelum berinkarnasi (menjelma) kembali.