Tampilkan postingan dengan label dewa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dewa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 April 2014

Deity Hanuman




1. Tithi
         A special feature of Hanuman Jayanti (note) is that according to some panchangs, the birthday of Hanuman falls on Ashvin Krushna paksha Chaturdashi (fourteenth day of the dark fortnight of the month of Ashvin), while according to others it is on Chaitra Pournima. In Maharashtra, Hanuman Jayanti (note) is celebrated on Chaitra Pournima.

2. Importance of celebrating Hanuman Jayanti
         On the day of Hanuman Jayanti, Deity Hanuman’s Principle is a thousand times more active when compared to other days. On this day, chanting ‘II Shri Hanumate Namaha II’ and worshipping Deity Hanuman with bhav (spiritual emotion) helps in getting maximum benefit of His Principle.


3. Method of celebration
         On this day, in a Hanuman temple spiritual discourses are started at dawn. Deity Hanuman was born at sunrise. At that time the spiritual discourse is concluded and the birth celebrations begin. Then the Hanuman Idol is worshipped and prasad is distributed to everyone.

4. Watch Hanuman Jayanti (note) Video !




Reference : Sanatan's Holy Text 'Holy festivals, Religious festivals and Vowed religious observances'
         Our comprehensive article on Deity Hanuman -- Know about the objective of deity Hanuman, method of worship, Shani's sadesati, attributes and mission of Hanuman, Hanuman Gayatri, Dasmaruti and Virmaruti, Panchamukhi Hanuman etc


Source: http://www.sanatan.org/en/a/197_hanuman-jayanti.html#sthash.zc91idpr.dpuf

Hanuman

Hanùmàn

Objective

         Hanuman has more manifest energy (72%) as compared to other Deities who have approximately 10% manifest energy. The following reasons (based on concepts of energy) inspire devotees to worship Hanuman :
  1. Problems caused by negative energy, influence of Shani, etc.
  2. To channelise pleasant energy : To overcome obstacles in the path of activated kundalini (spiritual energy) and to channelise it in the appropriate direction.

Rabu, 20 Juni 2012

Perkawinan Ganesa


ganeshColour500.jpg (75244 bytes)

Perkawinan Gaóeúa

 Dewa Úiva dan Pàrvatì sangat bahagia atas pelayanan yang diberikan putra mereka Gaóeúa. Untuk mengalahkan rakûasa Taraka Àsura, putra kedua merekapun lahir. Namanya adalah Skanda. 

Minggu, 17 Juni 2012

Delapan Wasu


AÛÞA VASU

Di dalam Båhad’àraóyaka Upaniûad III.8.2 disebutkan:
AìO vsv" Ekadx äd–a"ú ÜadxaidTya"ú 
te Eki]'xiTNd–éWv p[japité ]yiS]'xivit --

aûþau vasavaá ekàdaúa rudràá, dvàdaúàdityàá,
te ekatriýúat indraú caiva prajàpatiú ca trayastriýúàv iti.

artinya:
‘Kedelapan Vasu, kesebelas Rudra, dan kedua belas Àditya, semuanya menjadi 31, Indra dan Prajà-pati maka semuanya menjadi 33.’

Menurut Viûóu-Puràóa, Kedelapan Vasu adalah,
1. Apa, yang dihubungkan dengan apaá, 'air'
2. Dhruva, bintang kutub
3. Soma, Bulan
4. Dhava atau Dhara
5. Anila, Angin
6. Anala atau Pàvaka, Api
7. Pratyùûa, Muhùrta
8. Prabhasa, Cahaya

Ada juga yang menyebutkan Delapan Wasu itu adalah:
1.    Dharà (bumi),
2.    Anala (api),
3.    Apaá (air),
4.    Anila (angin),
5.    Dhruva (bintang kutub),
6.    Soma (bulan),
7.    Prabhàsa (fajar) dan
8.    Pratyùûa (sinar).

Bandingkan dengan tabel dari Wikipedia di bawah ini:
Båhadàraóyaka
Mahàbhàrata
Name
Meaning
Name
Meaning
"hot fire"
Anala (also called Agni)
"living"
"earth"
"support"
"wind"
"wind"
Antarikûa
"space"
Aha
"pervading"
Āditya
"eternal", a very common name for the sun Surya
Pratyùûa
"pre-dawn", that is morning twilight, but often used to mean simply "light"
"sky"
Prabhàsa
"shining dawn"
"moon"
"soma-plant", and a very common name for the moon
Nakstrani
"stars"
"motionless", the name of the Polestar

Aswin


Aúvin

Ini merupakan dewatà kembar yang selalu dilukiskan ataupun dipuja secara bersama-sama. Apa yang sebenarnya mereka nyatakan merupakan suatu masalah yang masih dapat diperdebatkan. Sementara orang mengatakan bahwa mereka menyatakan bumi dan langit, ada orang lain yang berpendapat bahwa mereka menyatakan siang dan malam atau bulan dan matahari. Bahwa mereka dahulunya adalah raja-raja yang mendapatkan pahala luar biasa dan ditingkatkan pada kedudukan para dewa, merupakan dugaan lain yang juga kadang-kadang dikemukakan.

Dewa-Dewa Hindu

Polytheisme Hindu walaupun kelihatannya jelas, tetapi masih merupakan teka-teki misterius; yang akan tetap berlanjut demikian sampai ia dipandang dalam perspektif yang benar.