Tampilkan postingan dengan label tugu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Mei 2014

Prasasti Kalasan

Karena info dari Ida Bagus Komang Sudarma ini bagus, maka saya menguploadnya tanpa editan.
Semoga semua mendapat pengetahuan yang bermanfaat. Inilah tulisannya.


Prasasti Kalasan 700 Saka

Prasasti Kalasan merupakan salah satu peninggalan sistem penulisan di Nusantara. Prasasti ini hanya berselang delapan tahun dari keluarnya prasasti Kawi tertua Nusantara, prasasti Dinaya. 


Prasasti Wayuku

Karena info dari Ida Bagus Komang Sudarma ini bagus, maka saya menguploadnya tanpa editan.
Semoga semua mendapat pengetahuan yang bermanfaat. Inilah tulisannya.

Revisi Prasasti Wayuku 779 Saka


Prasasti Pereng

Alih-aksara Prasasti Pereng 785 Saka

Karena info dari Ida Bagus Komang Sudarma ini bagus, maka saya menguploadnya tanpa editan. Semoga semua mendapat pengetahuan yang bermanfaat. Inilah tulisannya.

Prasasti ini saya dapat dari blognya Pian Anang, dan data asli dan selengkapnya ada di Perpustakaan Universitas Leiden.


Sabtu, 08 Februari 2014

Prasasti Sine

Karena info dari Ida Bagus Komang Sudarma ini bagus, maka saya menguploadnya tanpa editan.
Semoga semua mendapat pengetahuan yang bermanfaat. Inilah tulisannya.
 

Prasasti Sine 1381 Saka

Prasasti Sineh adalah prasasti batu yang ditemukan di Sineh, sebelah timur laut Gunung Lawu. Prasasti ini berisikan peringatan akan makam dari seorang ratu. Artikel tentang prasasti ini telah dimuat dalam Tijd. Bat. Gen. volume II, tahun 1854.
Aksara pada prasasti ini mirip dengan aksara yang ada pada candi Sukuh, yang bentuknya bold. Selain itu, ada fonem aksara yang sudah melenceng dari aksara aslinya yaitu Sansekerta (terukir sakakala, seharusnya śakakāla).  


Gambar 1. Faksimile Prasasti Sineh

Minggu, 19 Januari 2014

Prasasti Ligor (775 AD)

Prasasti Ligor

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Prasasti Ligor merupakan prasasti yang terdapat di Ligor (sekarang Nakhon Si Thammarat, selatan Thailand). Prasasti ini merupakan pahatan ditulis pada dua sisi, bagian pertama disebut prasasti Ligor A atau dikenal juga dengan nama manuskrip Viang Sa sedangkan di bagian lainnya disebut dengan prasasti Ligor B.

Penafsiran teks

Dari manuskrip Ligor A ini berisikan berita tentang raja Sriwijaya, raja dari segala raja yang ada di dunia, yang mendirikanTrisamaya caitya untuk Kajara. Sedangkan dari manuskrip Ligor B berangka tahun 775, berisikan berita tentang namaVisnu yang bergelar Sri Maharaja, dari keluarga Śailendravamśa serta dijuluki dengan Śesavvārimadavimathana (pembunuh musuh-musuh yang sombong tidak bersisa).






Prasasti Anjuk Ladang (937 atau 935 Masehi)

Prasasti Anjuk Ladang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas



Prasasti Anjuk Ladang di Museum Nasional Jakarta.
Prasasti Anjuk Ladang adalah piagam batu berangka tahun 859 (versi L.C. Damais) atau 857 (versi Brandes) Saka (sama dengan 937 atau 935 Masehi) yang dikeluarkan oleh Raja Sri Isyana] (Pu Sindok) dari Kerajaan Medang setelah pindah ke Jawa Timur. Sebenarnya prasasti ini bernama Prasasti Candi Lor karena ditemukan pada reruntuhan Candi Lor, di Desa Candirejo, Loceret, Nganjuk, beberapa kilometer di tenggara kota Nganjuk.
Penamaan "Anjukladang" seringkali dikaitkan dengan asal mula nama Nganjuk sekarang dan prasasti ini menyebut pertama kali toponim tersebut.
Beberapa bagian prasasti ini telah aus sehingga tidak dapat terbaca seluruhnya, terutama pada bagian atas prasasti. Dari beberapa tulisan yang tidak mengalami aus didapatkan keterangan sebagai berikut.
Raja Pu Sindok telah memerintahkan agar tanah sawah kakatikan (?) di Anjukladang dijadikan sima dan dipersembahkan kepada bathara di sang hyang prasada kabhaktyan di Sri Jayamerta, dharma dari Samgat Anjukladang.
Menurut J.G. de Casparis, penduduk Desa Anjukladang mendapat anugerah raja dikarenakan telah berjasa membantu pasukan raja di bawah pimpinan Pu Sindok untuk menghalau serangan tentara Malayu (Sumatera) ke Mataram Kuna yang pada saat itu telah bergerak sampai dekat Nganjuk. Atas jasanya yang besar, maka Pu Sindok kemudian diangkat menjadi raja. Selain itu, prasasti ini juga berisi tentang adanya sebuah bangunan suci. Dalam makalahnya yang berjudul Some Notes on Transfer of Capitals in Ancient Sri Lanka and Southeast Asia, de Casparis mengatakan bahwa dalam prasasti itu disebutkan bahwa Raja Pu Sindok mendirikan tugu kemenangan (jayastambha) setelah berhasil menahan serangan raja Malayu, dan pada tahun 937 M, tunggu tersebut digantikan oleh sebuah candi. Kemungkinan besar bangunan suci yang disebutkan dalam prasasti ini adalah bangunan Candi Lor yang terbuat dari bata yang terletak di Desa Candirejo.
Kutipan isi prasasti Anjuk Ladang yang menyebutkan hal itu: A. 14 – 15: … parnnaha nikanaŋ lmah uŋwana saŋ hyaŋ prasada atêhêra jaya[sta]mbha wiwit matêwêkniraŋlahakan satru[nira] [haj]ja[n] ri [ma]layu (= di tempat ini [yang telah terpilih] agar menjadi tempat didirikannya bangunan suci, sebagai pengganti tugu kemenangan, [di sanalah] pertamakali menandai saat ia [raja] mengalahkan musuhnya raja dari Malayu).
Prasasti ini sekarang menjadi koleksi Museum Nasional di Jakarta dengan Nomor Inventaris D.59







Prasasti Sojomerto (792 AD)

Prasasti Sojomerto

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Prasasti Sojomerto merupakan peninggalan Wangsa Sailendra yang ditemukan di Desa Sojomerto, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Prasasti ini beraksara Kawi dan berbahasa Melayu Kuna. Prasasti ini tidak menyebutkan angka tahun, berdasarkan taksiran analisis paleografi diperkirakan berasal dari kurun akhir abad ke-7 atau awal abad ke-8 masehi.
Prasasti ini bersifat keagamaan Siwais. Isi prasasti memuat keluarga dari tokoh utamanya, Dapunta Selendra, yaitu ayahnya bernama Santanu, ibunya bernama Bhadrawati, sedangkan istrinya bernama Sampula. Prof. Drs. Boechari berpendapat bahwa tokoh yang bernama Dapunta Selendra adalah cikal-bakal raja-raja keturunanWangsa Sailendra yang berkuasa di Kerajaan Mataram Hindu.
Bahan prasasti ini adalah batu andesit dengan panjang 43 cm, tebal 7 cm, dan tinggi 78 cm. Tulisannya terdiri dari 11 baris yang sebagian barisnya rusak terkikis usia.

Teks prasasti

Alih aksara prasasti:
  1. ... – ryayon çrî sata ...
  2. ... _ â kotî
  3. ... namah ççîvaya
  4. bhatâra parameçva
  5. ra sarvva daiva ku samvah hiya
  6. – mih inan –is-ânda dapû
  7. nta selendra namah santanû
  8. namânda bâpanda bhadravati
  9. namanda ayanda sampûla
  10. namanda vininda selendra namah
  11. mamâgappâsar lempewângih

Penafsiran prasasti

erjemahan inskripsi yang terbaca:
Sembah kepada Siwa Bhatara Paramecwara dan semua dewa-dewa
... dari yang mulia Dapunta Selendra
Santanu adalah nama bapaknya, Bhadrawati adalah nama ibunya, Sampula adalah nama bininya dari yang mulia Selendra.









Prasasti Kayumwunan atau Prasasti Karangtengah (842 AD)

Prasasti Kayumwungan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Prasasti Kayumwungan adalah sebuah prasasti pada lima buah penggalan batu yang ditemukan di Dusun Karangtengah,Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, sehingga lebih dikenal juga dengan nama prasasti Karangtengah. Prasasti ini ditulis dengan aksara Jawa Kuna, mempergunakan dua bahasa. Baris 1-24 ditulis dalam bahasa Sanskerta, baris selanjutnya ditulis bahasa Jawa Kuna. Masing-masing bahasa menunjuk pada angka tahun 746 Saka atau 824 Masehi.

Isi

Isi tulisan pada bagian berbahasa Sanskerta adalah tentang seorang raja bernama Samaratungga. Anaknya bernama Pramodawardhani mendirikan bangunan suci Jinalaya serta bangunan bernama Wenuwana (Sansekerta: Venuvana, yang berarti "hutan bambu") untuk menempatkan abu jenazah 'raja mega', sebutan untuk Dewa Indra. Mungkin yang dimaksud adalah raja Indra atau Dharanindra dari keluarga Sailendra.
Bagian Jawa Kuna menyebutkan bahwa pada 10 Kresnapaksa bulan Jyestha tahun 746 Saka atau 824 Masehi, Rakai Patapan pu Palar meresmikan tanah sawah di Kayumwungan menjadi tanah sima atau tanah perdikan (daerah bebas pajak).
Casparis mengaitkan bangunan Wenuwana ini dengan candi Mendut, sedangkan Soekmono mengaitkannya dengan candi Ngawen atas dasar persamaan bunyi nama. Sementara bangunan yang disebut Jinalaya diduga merujuk kepadaBorobudur.


Prasasti Kalasan (778 AD)

Prasasti Kalasan


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
PrasastiKalasan adalah prasasti peninggalan Wangsa Sanjaya dariKerajaan Mataram Kuno yang berangka tahun 700 Saka atau 778 M. Prasasti yang ditemukan di kecamatan Kalasan, Sleman, Yogyakarta, ini ditulis dalam huruf Pranagari (India Utara) dan bahasa Sanskerta.
Prasasti ini menyebutkan, bahwa Guru Sang Raja berhasil membujuk Maharaja Tejahpura Panangkarana (Kariyana Panangkara) yang merupakan mustika keluarga Sailendra (Sailendra Wamsatilaka) atas permintaan keluarga Syailendra, untuk membangun bangunan suci bagi Dewi Tara dan sebuah biara bagi para pendeta, serta penghadiahan desa Kalasan untuk para sanggha (umat Buddha). Bangunan suci yang dimaksud adalah Candi Kalasan.
Prasasti ini kini disimpan dengan No. D.147 di Museum Nasional,Jakarta.

Prasasti Kelurak (782 AD)

Prasasti Kelurak

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Prasasti Kelurak merupakan prasasti batu berangka tahun 782 M yang ditemukan di dekat Candi Lumbung, Desa Kelurak, di sebelah utara Kompleks Percandian Prambanan, Jawa Tengah.
Keadaan batu prasasti Kelurak sudah sangat aus, sehingga isi keseluruhannya kurang diketahui. Secara garis besar, isinya adalah tentang didirikannya sebuah bangunan suci untuk arca Manjusri atas perintah Raja Indra yang bergelar Sri Sanggramadhananjaya. Menurut para ahli, yang dimaksud dengan bangunan tersebut adalah Candi Sewu, yang terletak di Kompleks Percandian Prambanan. Nama raja Indra tersebut juga ditemukan pada Prasasti Ligor dan Prasasti Nalanda peninggalan kerajaan Sriwijaya.
Prasasti Kelurak ditulis dalam aksara Pranagari, dengan menggunakanbahasa Sanskerta. Prasasti ini kini disimpan dengan No. D.44 diMuseum Nasional, Jakarta.


















Sabtu, 11 Januari 2014

prasasti Pohsarang

Karena info dari Ida Bagus Komang Sudarma ini bagus, maka saya menguploadnya tanpa editan.
Semoga semua mendapat pengetahuan yang bermanfaat. Inilah tulisannya.

Aksara Kadiri/ Kediri Kuadrat di Mojokerto

Bertambah lagi informasi tentang aksara Kadiri Kuadrat, yang kali ini aksaranya cukup banyak (ada empat baris) dalam satu prasasti. Salah satu ciri aksara ini yang tebal dan cenderung memakan tempat jika hendak ditulis/dipahat, membuat aksara ini lebih banyak dipakai sebagai aksara dekoratif. Hal ini juga yang menyebabkan informasi mengenai aksara ini lebih sedikit ketimbang aksara kawi yang lain. Atau apa mungkin aksara ini dianggap sudah usang oleh generasi belakangan, lalu memilih menggunakan aksara yang lebih sederhana? Karena kalau dilihat, aksara yang ada di prasasti candi Sukuh dipahat "bold" seperti halnya Kadiri Kuadrat. Namun, aksara di Sukuh lebih kursif daripada Kadiri Kuadrat.

Oke, inilah dia prasasti Pohsarang (kaya bahasa Korea, ya? :D) atau prasasti Lusem. Salah satu peninggalan dari Mojokerto yang masih daerah Kabupaten Kediri. 


Gambar 1. Keadaan prasasti Pohsarang yang aksaranya sudah tidak lengkap.




Gambar 2. Repro dan alih-aksara prasasti. Terdapat beberapa kekeliruan pada alih-aksara di gambar ini. Untuk koreksinya bisa lihat di bawah.





Gambar 3. Alih-aksara kawi kuadrat ke aksara Bali.


Isi Prasasti Pohsarang yang pernah dibaca oleh seorang epigraf  bernama Prof. MM. Sukarto Kartoatmojo adalah (dengan sedikit pengubahan dan perbaikan, saya dapat dari sini):

  1. ' 934 têwêk niṅ  hnu binênêrakên da 
  2. mêl samgat lusêm pu ghêk
  3. saṅ-apañji têpêt-i pananêm
  4. boddhi wariṅin '
Artinya :

  1. Tahun 934 Saka (bertepatan 1012 M) batas patok jalan di
  2. luruskan oleh samgat lusêm pu ghêk
  3. saṅ apañji têpêt dengan penanaman
  4. pohon beringin”.

Rabu, 08 Januari 2014

Prasasti Sankhara

Karena info dari Ida Bagus Komang Sudarma ini bagus, maka saya menguploadnya tanpa editan.
Semoga semua mendapat pengetahuan yang bermanfaat. Inilah tulisannya.
 

Prasasti Sankhara oleh Boechari



Tempat penemuan
 Dari daerah Sragen, Jawa Tengah.

Selasa, 07 Januari 2014

Prasasti Pamintihan

Karena info dari Ida Bagus Komang Sudarma ini bagus, maka saya menguploadnya tanpa editan.
Semoga semua mendapat pengetahuan yang bermanfaat. Inilah tulisannya.

 

Prasasti Pamintihan 1395 Saka

OD-6376; Prasasti Pamintihan


Alih-aksara:

Senin, 06 Januari 2014

Prasasti Pakis Wetan

Karena info dari Ida Bagus Komang Sudarma ini bagus, maka saya menguploadnya tanpa editan.
Semoga semua mendapat pengetahuan yang bermanfaat. Inilah tulisannya.

Prasasti Pakis Wetan 1188 Saka

OD-2155; Prasasti Pakis Wetan

Alih-aksara:

Minggu, 05 Januari 2014

Prasasti Sukamerta

Karena info dari Ida Bagus Komang Sudarma ini bagus, maka saya menguploadnya tanpa editan.
Semoga semua mendapat pengetahuan yang bermanfaat. Inilah tulisannya.

Alih-aksara Prasasti Sukamêrta 1218 Saka

OD-14330; Prasasti Sukamêrta


Alih-aksara:

Sabtu, 04 Januari 2014

Prasasti Poleng

Karena info dari Ida Bagus Komang Sudarma ini bagus, maka saya menguploadnya tanpa editan. 
Semoga semua mendapat pengetahuan yang bermanfaat. Inilah tulisannya.

Prasasti Poleng II (Humanding) (1)

Prasasti Humanding atau prasasti Polengan II terdiri dari tiga lempeng tembaga. Ditemukan di Kelurahan Krapyak, Kec. Kenaren, Kab. Kalasan, Yogyakarta. Beberapa ahli epigrafi telah membahas prasasti ini, diantaranya: Damais, Stutterheim, Sarkar, dan Boechari. Prasasti ini berisikan penganugrahan tanah di Humanding oleh Rakai Kayuwangi untuk dijadikan tanah perdikan mendirikan bangunan suci di Gunung Hyang. Berikut saya lampirkan Gambar dan alih-aksara prasastinya.

Gambar 1. Foto prasasti 
Sumber: Perpustakaan Leiden (OD-13692)

Prasasti Tuhañaru

Karena info mengenai alih aksara dari Ida Bagus Komang Sudarma ini bagus, maka saya menguploadnya tanpa editan.
Semoga semua mendapat pengetahuan yang bermanfaat. Inilah infonya.
 

Alih-aksara Prasasti Tuhañaru 1245 Saka

OD-1517; Prasasti Tuhañaru