Rabu, 18 Januari 2012

Mampu Bersikap Tegas

Mampu Bersikap Tegas Pada Sesuatu Yang Kurang Baik

Jika Anda memang orang yang bisa melakukan filtralisasi dengan baik, tentu saja Anda akan bisa bersikap tegas terhadap sesuatu yang kurang baik bagi diri Anda. Tentu saja Anda akan menolaknya dengan cara yang sopan dan baik pula. Sesuatu yang kurang baik bagi Anda barangkali akan menjadi lebih baik bagi orang lain. Kehidupan ini memang beragam, hanya saja keragaman itu bisa disesuaikan dengan kecenderungan masing-masing orang, dan sangat bergantung pada bagaimana cara Anda memilih, dan bagaimana cara Anda bersikap.

Selasa, 17 Januari 2012

Menganalisa



Jika ada sebuah kebudayaan baru datang ke hadapan Anda, upayakan Anda mampu menganalisanya dengan sebaik-baiknya. Sesungguhnya cara Anda menganalisa itu akan menciptakan sebuah ruang hidup yang lebih nyata, ruang kehidupan yang lebih baik sepanjang masa. Hanya orang-orang tertentu yang mampu menganalisa berbagai kemungkinan dalam kehidupannya, hanya orang yang memiliki etos yang baik, memiliki cara kerja yang lebih sempurna ke depan. Karena itulah, Anda harus berupaya menjadikan ruang hidup Anda menjadi lebih bisa menerima sesuatu hal baru yang kontributif.

Senin, 16 Januari 2012

Mempertimbangkan Dengan Baik

Sebagai manusia yang memiliki akal pikiran yang sehat, tentu saja Anda mampu mempertimbangkan segala sesuatu yang datang pada diri Anda, baik sesuatu itu berbentuk budaya atau gejala lain yang akan melanda kehidupan Anda. Tentu saja Anda harus siap menghadapinya dengan baik. Jika Anda belum siap, maka Anda akan mencurigainya, dan ada pemahaman yang timpang dalam hidup Anda. Cobalah Anda mempertimbangkan segala sesuatu yang ada di hadapan Anda, lakukan sesuatu yang terbaik, lakukan sesuatu yang paling bermanfaat dalam hidup Anda.

Minggu, 15 Januari 2012

Reflections on Intermediaries Who Assist the Lover in His Enterprises

Kama Sutra -Part One 
Chapter Five: 
Reflections on Intermediaries Who Assist the Lover in His Enterprises
[nàyakasahàya dùtakarma]



In order to arrange a marriage, an intermediary is needed for the preliminaries. Through their contacts, they ascertain that both boy and girl lead a civilized life, after which the matter can be considered. The intermediary may be a man or a woman, and is chosen either by the boy or by the girl. The business is concluded, or it is deemed preferable to abandon it, only after numerous exchanges of view.

1 Sexuality must be satisfied, in the first place, within the caste. This is true for all four castes. By marrying one’s son to a virgin, as prescribed, one acquires a good reputation and general esteem.
The sacred books recommend marrying within the social group [kûatra]. Brahman with Brahman, Úùdra with Úùdra, and assuring that the wife is a virgin, in the interest of the offspring, so that they can be considered legitimate. A twice-born must have sons belonging; to his social and cultural milieu. Even when there is no mutual attraction between man and woman, the word love is employed, although in this case it is a matter of social convention. The role of the intermediary is to assure the continuity of the family line of descendents, which is a man’s essential duty. This is why marriage within the caste and the begetting of a son are essential, after which, one is free.

Sarasamuccaya 1 Dasar Dan Tujuan Hidup

Sabtu, 14 Januari 2012

The Conduct of the Well-bred Townsman

Kama Sutra - Part One 
Chapter Four: The Conduct of the Well-bred Townsman



1 Having completed his studies and acquired the means of livelihood by gifts received, conquest, trade, and work, or else by inheritance, or both and, having married, the well-bred townsman [nagaraka] must settle down in a refined manner.
In order to establish himself, a Bràhmaóa acquires assets through gifts; a noble [kûatriya] by arms and conquest; a merchant [vaishya] by trade; a worker [úùdra] by hard work and service. The way of life recommended by Vdtsydyana is not for the penniless and applies to all four castes.

Jumat, 13 Januari 2012

The Acquisition of Knowledge

Kama Sutra - Part One 
Chapter Three: The Acquisition of Knowledge
 [Vidyàsamuddesha]


To succeed in the three aims of life, the first means is the acquisition of knowledge. Without knowledge, almost any achievement is impossible. A brief summary is given below of the teachings dealt with fully in other works.
1 Without curtailing the time dedicated to studying spiritual and material subjects and related sciences, a man should also study erotic science, the Kàma Úàstra and its annexes.

Kamis, 12 Januari 2012

The Three Aims of Life


Kama Sutra - Part One

Chapter Two: The Three Aims of Life


1     During the one hundred years of his life, a man must pursue the three aims successively, without one being prejudicial to another.
During the first three periods of his life, a man must realize himself on three interdependent levels, which are virtue [dharma], wealth [artha], and love [kama], harmonizing them in such a way that none is prejudicial to the others.

Ringkasan RAMAYANA

Ringkasan RAMAYANA


Ceritera Ramayana terpahat pada relief-relief batu di Candi Larajonggrang dari abad ke-9 yang terletak di perbatasan antara Yogyakarta dan Surakarta. Satu seri Ramayana terpahat indah sekali pada sisi dalam di dinding balustrade dari Candi Siwa yang bermula dengan sebuah adegan ketika dewa Wisnu yang bertahta di atas ular tanah Ananta sampai saat ketika pasukan kera yang dipimpin oleh Hanuman menyeberangi laut menuju Langka. Ceritera ini dilanjutkan pada Candi Brahma di sebelah selatan Candi Siwa di kompleks Candi Larajonggrang. Nama Rama telah disebut pada prasasti Canggal di Jawa Tengah pada tahun 732 A.D. Kita juga menjumpai adegan-adegan Ramayana terpahat pada selasar Candi Panataran di Jawa Timur (abad ke-14), yang dimulai dari pengutusan Hanuman ke Lengka sebagai seorang pengintai dan berakhir dengan kematian Kumbakarna.

French to English Dictionary