Selasa, 23 Juli 2013

Ringkasan MAHABHARATA

Ringkasan MAHABHARATA

Zoetmulder mengamati bahwa bagian-bagian (parwa) dari Mahabharata merupakan adaptasi dan bentuk prosa dari bagian-bagian wiracarita berbahasa Sansekerta serta menunjukkan keterikatan yang dekat dengan kutipan-kutipan dari aslinya (Zoetmulder 1974:68). Bagian-bagian itu mungkin telah digubah pada waktu yang berbeda, tetapi sebagian besar ditulis sekitar akhir abad ke-10 A.D. Namun demikian, seperti halnya Ramayana, ceritera-ceritera dari Mahabharata telah dikenal di Jawa Tengah dalam bentuk lisan lama sebelumnya.

Ringkasan RAMAYANA

Ringkasan RAMAYANA

Ceritera Ramayana terpahat pada relief-relief batu di Candi Larajonggrang dari abad ke-9 yang terletak di perbatasan antara Yogyakarta dan Surakarta. Satu seri Ramayana terpahat indah sekali pada sisi dalam di dinding balustrade dari Candi Siwa yang bermula dengan sebuah adegan ketika dewa Wisnu yang bertahta di atas ular tanah Ananta sampai saat ketika pasukan kera yang dipimpin oleh Hanuman menyeberangi laut menuju Langka. Ceritera ini dilanjutkan pada Candi Brahma di sebelah selatan Candi Siwa di kompleks Candi Larajonggrang. 

Sabtu, 20 Juli 2013

Khasiat Lidah Buaya

Khasiat Lidah Buaya Untuk Kesehatan Dan Kecantikan

Lidah buaya (Aleo vera linn) ternyata banyak sekali manfaat serta khasiatnya, 
diantaranya untuk kecantikan dan kesehatan tubuh manusia.


Inilah manfaat khasiat lidah buaya untuk kecantikan wajah / kulit dan kesehatan tubuh manusia dengan cara alami dan tradisional.

Khasiat
Anti inflamasi, Laksatif, Stomakik, Ekspektoran.

Tanaman ini berkhasit  sebagai: 
antiradang, obat pencahar, parasitiside, memperbaiki pankreas. Secara tidak langsung melancarkan peredaran darah dan mengatasi tekanan darah tinggi. khasiat lainnya adalah menyembuhkan wasir, TBC, asma, batuk, penyembuhan luka bakar, sakit perut, eksim, dan obat urus-urus. Bagian tanaman yang digunakan: Daging dan daun.

Berikut beberapa cara meramu lidah buaya untuk dijadikan herbal atau obat tradisional:

  • Sakit kepala, pusing, sembelit (Constipation), Kejang pada anak, Kurang gizi (Malnutrition), Batuk rejang (pertussis), muntah darah, Kencing manis (DM), wasir, peluruh, dan haid: Ambil 200 gram daun segar lidah buaya dicuci bersih, dikupas lalu direbus dengan 3 gelas airselama 15 menit. Setelah dingin diminum 3 kali sehari, pagi-pagi, siang dan malam.
  • Penyubur rambut: Ambil daun lidah buaya segar secukupnya dibelah, diambil bagian dalam yang rupanya seperti agar-agar, digosokan ke kulit kepala sesudah mandi sore, kemudian dibungkus dengan kain, keesokan harinya rambut dicuci. Dipakai setiap hari selama 3 bulan untuk mencapai hasil yang memuaskan.
  • Luka bakar dan tersiram air panas: Daun dicuci bersih, ambil bagian dalamnya, tempelkan pada bagian tubuh yang terkena api/air panas.
  • Bisul: Daun dilumatkan ditambah sedikit garam, tempelkan pada bisulnya.

Jumat, 19 Juli 2013

Lidah Buaya

Lidah Buaya (Aloe vera; LatinAloe barbadensis Milleer) adalah sejenis tumbuhanyang sudah dikenal sejak ribuan tahun silam dan digunakan sebagai penyubur rambut, penyembuh luka, dan untuk perawatan kulit. Tumbuhan ini dapat ditemukan dengan mudah di kawasan kering di Afrika.
Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, manfaat tanaman lidah buaya berkembang sebagai bahan baku industri farmasi dan kosmetika, serta sebagai bahan makanan dan minuman kesehatan.

Rabu, 17 Juli 2013

Wanda Wayang Purwa

Negara, Kahyangan, Kesatriyan



Negara, Kahyangan, Kesatriyan

Nama negara, kerajaan, kahyangan tempat tinggal para dewa, serta kesatryan perlu dijelaskan dan secara rind diuraikan agar para penonton, pemerhati wayang paham nama kerajaan dan rajanya paling tidak dari negara mana asal usul mereka.

C. Kediaman para Satria

Oleh: Soetrisno R.


Jumat, 12 Juli 2013

Nagapaya




Prabu Nagapaya adalah raja raksasa negara Kiskenda. Ia masih keturnan Bathara Siwahjaya, putra Bathara Kala dengan Dewi Pramuni dari kahyangan Setragandamayit. Prabu Nagapaya memiliki sifat dan perwatakan, pemberani, serakah, kejam serta mau benar dan menangnya sendiri.

Rabu, 10 Juli 2013

Organisasi Pewayangan



Organisasi Pewayangan di Indonesia

Perkembangan wayang dari waktu ke waktu selain didukung oleh masyarakat, juga digerakkan oleh lembaga-lembaga swadaya masyarakat, bukan oleh pemerintah. Dahulu keraton menjadi pusat dan acuan pengembangan wayang dan seni pedalangan. Peranan keraton beralih pada lembaga-lembaga masyarakat antara lain berupa sanggar-sanggar, lembaga pendidikan, paguyuban-paguyuban budaya, kesenian dan dalam jaman modem sekarang ini telah tampil pula organisasi-organisasi pewayangan. Organisasi pewayangan bersifat lokal ada pula yang bersifat nasional. Organisasi pewayangan dan pedalangan yang bersifat nasional adalah Persatuan Pedalangan Indonesia atau PEPADI dan SENAWANGI atau Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia. Dua organisasi pewayangan yang sekarang berkiprah dalam upaya melestarikan dan mengembangkan wayang.
SENA WANGI atau merupakan organisasi pewayangan terkemuka dan terkonsolidasikan dengan baik. Didirikan pada tahun 1975, di Jakarta. Setiap 5 tahun sekali, menyelenggarakan Pekan Wayang Indonesia, yang merupakan puncak kegiatan pewayangan. Bersamaan dengan Pekan Wayang, dilaksanakan pula Kongres SENA WANGI. Pada bulan Agustus 1999, diselenggarakan Pekan Wayang Indonesia VII dan Kongres SENA WANGI yang ke enam. SENAWANGI mengelola Gedung Pewayangan Kautaman yang terletak di kompleks TMII Jakarta Timur. Diupayakan gedung ini bisa menjadi Pusat Pewayangan Indonesia dan dunia.
PEPADI organisasi profesi yang beranggotakan para dalang, pengrawit dan swarawati memiliki cabang di seluruh wilayah Indonesia. Banyak bergerak dalam kegiatan pagelaran wayang, pendidikan dan pelatihan dan lain-lain.

Sumber : Buku Mengenal Tokoh Wayang Indonesia
Oleh : Solichin, Waluyo

Sarat dengan Falsafah

WAYANG Sarat dengan Falsafah

Kekuatan utama budaya wayang, yang juga merupakan jati dirinya, adalah kandungan nilai falsafahnya. Wayang yang tumbuh dan berkembang sejak lama itu ternyata berhasil menyerap berbagai nilai-nilai keutamaan hidup dan terus dapat dilestarikan dalam berbagai pertunjukan wayang.

Asli Indonesia

Asli Indonesia Asli

Asal-usul wayang menjadi jelas, asli Indonesia yang berkembang sesuai budi daya masyarakat dengan Wayang Indonesia memiliki ciri khas yang merupakan jatidirinya. Sangat mudah dibedakan dengan seni budaya sejenis yang berkembang di India, Cina, dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Tidak saja berbeda bentuk serta cara pementasannya, cerita Ramayana dan Mahabarata yang digunakan juga bisa berbeda. Cerita terkenal ini sudah digubah sesuai nilai dan kondisi yang hidup dan berkembang di Indonesia.