Zoetmulder mengamati bahwa bagian-bagian (parwa) dari Mahabharata
merupakan adaptasi dan bentuk prosa dari bagian-bagian wiracarita berbahasa Sansekerta
serta menunjukkan keterikatan yang dekat dengan kutipan-kutipan dari aslinya
(Zoetmulder 1974:68). Bagian-bagian itu mungkin telah digubah pada waktu yang berbeda,
tetapi sebagian besar ditulis sekitar akhir abad ke-10 A.D. Namun demikian, seperti
halnya Ramayana, ceritera-ceritera dari Mahabharata telah dikenal di Jawa Tengah
dalam bentuk lisan lama sebelumnya.
All about Hindu, Catur Veda, Rigveda, Yajurveda, Samaveda, Atharvaveda, Darsana, Bhagawad Gita, Mahabharata, Ramayana, Teologi, Purana, Itihasa, Resi, Doa-doa, Wayang, Tempat Suci, Tirthayatra, termasuk Lontar
Selasa, 23 Juli 2013
Ringkasan RAMAYANA
Ceritera Ramayana terpahat pada relief-relief batu di Candi
Larajonggrang dari abad ke-9 yang terletak di perbatasan antara Yogyakarta dan Surakarta.
Satu seri Ramayana terpahat indah sekali pada sisi dalam di dinding balustrade
dari Candi Siwa yang bermula dengan sebuah adegan ketika dewa Wisnu yang bertahta
di atas ular tanah Ananta sampai saat ketika pasukan kera yang dipimpin oleh
Hanuman menyeberangi laut menuju Langka. Ceritera ini dilanjutkan pada Candi
Brahma di sebelah selatan Candi Siwa di kompleks Candi Larajonggrang.
Sabtu, 20 Juli 2013
Khasiat Lidah Buaya
Khasiat Lidah Buaya Untuk Kesehatan Dan Kecantikan
Lidah buaya (Aleo vera linn) ternyata banyak sekali manfaat serta khasiatnya,
diantaranya untuk kecantikan dan kesehatan tubuh manusia.
Inilah manfaat khasiat lidah buaya untuk kecantikan wajah / kulit dan kesehatan tubuh manusia dengan cara alami dan tradisional.
Khasiat
Anti inflamasi, Laksatif, Stomakik, Ekspektoran.Khasiat
Tanaman ini berkhasit sebagai:
antiradang, obat pencahar, parasitiside, memperbaiki pankreas. Secara tidak langsung melancarkan peredaran darah dan mengatasi tekanan darah tinggi. khasiat lainnya adalah menyembuhkan wasir, TBC, asma, batuk, penyembuhan luka bakar, sakit perut, eksim, dan obat urus-urus. Bagian tanaman yang digunakan: Daging dan daun.
Berikut beberapa cara meramu lidah buaya untuk dijadikan herbal atau obat tradisional:
- Sakit kepala, pusing, sembelit (Constipation), Kejang pada anak, Kurang gizi (Malnutrition), Batuk rejang (pertussis), muntah darah, Kencing manis (DM), wasir, peluruh, dan haid: Ambil 200 gram daun segar lidah buaya dicuci bersih, dikupas lalu direbus dengan 3 gelas airselama 15 menit. Setelah dingin diminum 3 kali sehari, pagi-pagi, siang dan malam.
- Penyubur rambut: Ambil daun lidah buaya segar secukupnya dibelah, diambil bagian dalam yang rupanya seperti agar-agar, digosokan ke kulit kepala sesudah mandi sore, kemudian dibungkus dengan kain, keesokan harinya rambut dicuci. Dipakai setiap hari selama 3 bulan untuk mencapai hasil yang memuaskan.
- Luka bakar dan tersiram air panas: Daun dicuci bersih, ambil bagian dalamnya, tempelkan pada bagian tubuh yang terkena api/air panas.
- Bisul: Daun dilumatkan ditambah sedikit garam, tempelkan pada bisulnya.
Jumat, 19 Juli 2013
Lidah Buaya
Lidah Buaya (Aloe vera; Latin: Aloe barbadensis Milleer) adalah sejenis tumbuhanyang sudah dikenal sejak ribuan tahun silam dan digunakan sebagai penyubur rambut, penyembuh luka, dan untuk perawatan kulit. Tumbuhan ini dapat ditemukan dengan mudah di kawasan kering di Afrika.
Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, manfaat tanaman lidah buaya berkembang sebagai bahan baku industri farmasi dan kosmetika, serta sebagai bahan makanan dan minuman kesehatan.
Rabu, 17 Juli 2013
Negara, Kahyangan, Kesatriyan
Negara, Kahyangan, Kesatriyan
Nama negara, kerajaan, kahyangan tempat tinggal para dewa, serta
kesatryan perlu dijelaskan dan secara rind diuraikan agar para penonton, pemerhati
wayang paham nama kerajaan dan rajanya paling tidak dari negara mana asal usul
mereka.
C. Kediaman para Satria
Oleh:
Soetrisno R.
Jumat, 12 Juli 2013
Nagapaya
Prabu Nagapaya adalah
raja raksasa negara Kiskenda. Ia masih keturnan Bathara Siwahjaya, putra
Bathara Kala dengan Dewi Pramuni dari kahyangan Setragandamayit. Prabu Nagapaya
memiliki sifat dan perwatakan, pemberani, serakah, kejam serta mau benar dan
menangnya sendiri.
Rabu, 10 Juli 2013
Organisasi Pewayangan
Organisasi Pewayangan di Indonesia
Perkembangan
wayang dari waktu ke waktu selain didukung oleh masyarakat, juga digerakkan
oleh lembaga-lembaga swadaya masyarakat, bukan oleh pemerintah. Dahulu keraton
menjadi pusat dan acuan pengembangan wayang dan seni pedalangan. Peranan
keraton beralih pada lembaga-lembaga masyarakat antara lain berupa
sanggar-sanggar, lembaga pendidikan, paguyuban-paguyuban budaya, kesenian dan
dalam jaman modem sekarang ini telah tampil pula organisasi-organisasi
pewayangan. Organisasi pewayangan bersifat lokal ada pula yang bersifat
nasional. Organisasi pewayangan dan pedalangan yang bersifat nasional adalah Persatuan
Pedalangan Indonesia atau PEPADI dan SENAWANGI atau Sekretariat
Nasional Pewayangan Indonesia. Dua organisasi pewayangan yang sekarang
berkiprah dalam upaya melestarikan dan mengembangkan wayang.
SENA WANGI atau merupakan organisasi pewayangan
terkemuka dan terkonsolidasikan dengan baik. Didirikan pada tahun 1975, di
Jakarta. Setiap 5 tahun sekali, menyelenggarakan Pekan Wayang Indonesia, yang
merupakan puncak kegiatan pewayangan. Bersamaan dengan Pekan Wayang,
dilaksanakan pula Kongres SENA WANGI. Pada bulan Agustus 1999, diselenggarakan
Pekan Wayang Indonesia VII dan Kongres SENA WANGI yang ke enam. SENAWANGI
mengelola Gedung Pewayangan Kautaman yang terletak di kompleks TMII
Jakarta Timur. Diupayakan gedung ini bisa menjadi Pusat Pewayangan Indonesia
dan dunia.
PEPADI organisasi profesi yang
beranggotakan para dalang, pengrawit dan swarawati memiliki cabang di seluruh
wilayah Indonesia. Banyak bergerak dalam kegiatan pagelaran wayang, pendidikan
dan pelatihan dan lain-lain.
Sumber
: Buku Mengenal Tokoh Wayang Indonesia
Oleh : Solichin, WaluyoSarat dengan Falsafah
WAYANG Sarat dengan Falsafah
Kekuatan utama
budaya wayang, yang juga merupakan jati dirinya, adalah kandungan nilai
falsafahnya. Wayang yang tumbuh dan berkembang sejak lama itu ternyata berhasil
menyerap berbagai nilai-nilai keutamaan hidup dan terus dapat dilestarikan
dalam berbagai pertunjukan wayang.
Asli Indonesia
Asli Indonesia Asli
Asal-usul wayang
menjadi jelas, asli Indonesia yang berkembang sesuai budi daya masyarakat
dengan Wayang Indonesia memiliki ciri khas yang merupakan jatidirinya. Sangat
mudah dibedakan dengan seni budaya sejenis yang berkembang di India, Cina, dan
negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Tidak saja berbeda bentuk serta cara
pementasannya, cerita Ramayana dan Mahabarata yang digunakan juga bisa berbeda.
Cerita terkenal ini sudah digubah sesuai nilai dan kondisi yang hidup dan
berkembang di Indonesia.
Langganan:
Postingan (Atom)


