Senin, 23 April 2012

Bhagawadgita - Kidung Sukmo - Nyanyian Tuhan

Marga isiné Bhagawadgita pancén béda karo buku-buku liyané, bédané saka duwuring ngélmuné, saka wingiting kekerané, saka adiluhungé kawruhé. 

Ing jamané alam nedya bali marang kapribadén nasional, aapa ora prayoga yén kita déwé njarwakaké lan mbabar manéh “Bhagawadgita” kang laras karo jiwa kapribadén kita déwé ?

Kamis, 19 April 2012

Mari Optimis, Ayo Berani, semua tergantung DIRIMU


Dalam menjalani kehidupan ini
Kadang kita dihantui rasa takut
Kadang juga penyesalan datang menghampiri
Tapi semua itu bisa dinegosiasikan

CARANYA:
jangan melihat masa lampau dengan penyesalan,
jangan melihat masa depan dengan penuh ketakutan.
tapi mulailah hari ini dengan tekad yang bulat

Selasa, 17 April 2012

Vocabulary - Bahasa Jawa

Kata-kata baru


Abangan ---------------- Faham Islam sekuler pada masa awal agama Islam masuk ke pulau Jawa
Abdi ----------------------- Hamba, karyawan, pembantu yang bekerja pada rumah tangga seseorang
Adil------------------------- Adil, sama-rata, seimbang
Agung---------------------- Besar
Aji -------------------------- Berharga
Ajrih------------------------ Takut karena tidak berani, segan, menghargai
Andap-asor ------------ Merendahkan diri
Anem---------------------- Muda
Angen-angen ---------- Cita-cita, angan-angan, bayangan
Asta Brata -------------- Delapan kewajiban

Senin, 16 April 2012

Takut Menjadi Dewasa - Kesalahan Pasangan Nikah



Haruskah Kita Takut Menjadi Dewasa ?


Bagi pasangan yang baru menikah atau baru jadian, pelajarilah sikap dan karakter pasangan kita. Apakah pasangan kita sudah dewasa secara mental dan spiritual? Jangan sampai pasangan kita hanya dewasa secara usia saja. Nah untuk itu, bacalah ini. Kita harus lebih introspeksi diri, mencoba melihat apakah diri kita termasuk kidult? Jangan hanya menyalahkan pasangan, orang tua, bahkan lingkungan! Semoga Tulisan ini bermanfaat..:)  

Pasangan baru yang tak bisa “lepas” dari peran orang tua hanyalah satu dari sekian masalah rumah tangga yang terjadi. Salah satu pihak menganggap pasangannya belum mandiri karena masih sering bergantung pada orang tua dalam banyak hal. Bergantung dalam hal petunjuk dan bimbingan menjalani hidup tentu masih wajar. Namun, bergantung dari segi finansial dan emosional tentulah tidak wajar, apalagi untuk jangka waktu panjang.