Sabtu, 07 Januari 2012

Perbedaan Pendapat

Perbedaan Pendapat - Sejarah Wayang

 

Sebagian orang meyakini bahwa wayang merupakan tradisi Hinduisme yang diupayakan untuk mensosialisasikan berbagai macam pemahaman atau ajaran. Namun tentu saja di dalamnya memberikan sebuah hembusan yang menyegarkan seputar kearifan. Anda akan menemukan di sana, gaya tokoh yang arif, juga gaya tokoh yang jahat. Anda akan dapat membedakan, yang mana yang akan Anda ikuti dalam kehidupan Anda. Saya yakin, apabila Anda mencoba memahami, Anda akan dapat mengambil berbagai macam pelajaran di dalamnya.

Kamis, 05 Januari 2012

Wayang Sebagai Hiburan


Dalam konteks ini wayang hanya menjadi hiburan belaka bagi masyarakat, sebuah tontonan yang menarik, tontonan yang kadang kala dipertunjukkan untuk mendapatkan hiburan dan segala kesumpekan yang terjadi pada dirinya kemudian menjadi hilang. Itulah yang kemudian menjadikan diri mereka menjadi lebih tenang. Bahkan pentas wayang kemudian banyak diselingi dengan berbagai macam humor yang cerdas, humor yang bisa membuat seluruh masalah yang terjadi pada pikiran Anda kemudian menjadi sirna.

Rabu, 04 Januari 2012

Wayang Sebagai Suara Kebudayaan

Wayang Sebagai Suara Kebudayaan

Dunia pewayangan merupakan sebuah dunia yang muncul dari ruang lingkup kebudayaan kita. Pewayangan dikatakan sebagai sebuah kebudayaan, karena berdasarkan sebuah kesepakatan masyarakat yang mengakar dan bisa melahirkan sebuah kearifan masyarakat yang dibentuk dan membentuk pola pikir, perilaku masyarakat, yang pada mulanya kurang baik bisa menjadi lebih baik. Anda bisa membayangkan, bagaimana kemudian Anda memiliki citra kehidupan yang lebih baik dalam realitas sosial Anda, ketika Anda memiliki perilaku kreatif yang bisa membuat kebudayaan Anda menjadi lebih baik.

Senin, 02 Januari 2012

Wayang Sebagai Komunikasi Sosial

Wayang Sebagai Komunikasi Sosial

Anda tentu saja tahu, bagaimana pentas wayang begitu dikagumi oleh masyarakat hingga ketika ada pentas wayang, orang-orang tua kita datang untuk menontonnya. Di situlah pentas wayang kemudian menjadi sebuah media komunikasi masyarakat yang bisa mempertemukan antara personal dengan personal yang lain, antara satu orang dengan orang yang lain. Anda tentu saja bisa menjadikan manusia yang satu berinteraksi dengan manusia yang lain, sehingga bisa terhindar dari konflik sosial yang tidak diinginkan.
Pertemuan masyarakat bukanlah sekedar pertemuan yang tanpa makna, melainkan pertemuan dalam konteks masyarakat memiliki caranya sendiri yang lebih baik: mereka bisa saling bertutur sapa, bisa saling upaya untuk menjadikan kehidupan mereka menjadi lebih baik dan bermutu. Kadang kelompok sosial tertentu memiliki masalah yang sangat rumit dengan kelompok sosial lainnya yang sulit diselesaikan. Namun komunikasi sosial secara tidak langsung ketika ada pentas wayang, tentu saja akan membangun sebuah interaksi baru yang lebih bermutu.

Minggu, 01 Januari 2012

Kama Sutra - Part One

Kama Sutra - EDITOR’S NOTE

EDITOR’S NOTE

As Alain Danielou observes in his Introduction, the Sanskrit text of the Kàma Sùtra and its commentaries frequently use familiar terms, like yoga, tantra, and upanishad, in highly unusual and technical senses. Because of the inherent interest of this terminology and because of the Kàma Sutra’s rich vocabulary, this edition cites an extensive list of Sanskrit words and phrases and features several appendices, which we hope will be of use to specialist and nonspecialist alike.

Sarasamuccaya PRAKATA

Dewata

Dewata