Rabu, 12 Juni 2013

Book Review

Book Review Article Template

Read, Write, and Succeed!
Reading is a fantastic way to improve your knowledge base, enhance your problem solving skills, reduce stress, and even better your writing style.
Finished reading? Expand your portfolio and leverage your credibility by taking a moment to write a book review!
Why Should You Write Book Reviews?
Writing book reviews helps you keep tabs on your niche by being involved in the conversation as well as network with fellow members of your niche. It’s also an easy way to build your exposure with your audience as a credible expert.
The Book Review Article Template
  • Introduction: Be clear about what book you are reviewing. State the title and introduce the author. Provide a hook that illustrates what it means to the reader (i.e., “what’s in it for me”).

  • Overview: Warning: May contain spoilers! Give your reader the context of the book by succinctly setting the scene. Describe the book’s who, what, where, when, why, and how by providing the reader with context.
     
  • Summary: Provide the main points of the book and tie in a great 1-2 line quote that pulls it all together.
     
  • Assessment: Provide your evaluation of the book.
     
  • Conclusion: Tie up loose ends and succinctly recap the introduction. Discuss any forthcoming books by the author or provide additional information the reader may be interested in pursuing at this juncture (e.g., recommend a related book).
Have you written a book review? Share your tips to let us know how it worked – we’d love to hear from you!
Want more templates like this? Build a huge quality, original article portfolio by taking the guesswork out of writing articles. Click here to download EzineArticles’ 52 interactive Article Templates on PDF.

Rabu, 29 Mei 2013

Candi Jabung


LATAR SEJARAH
Candi Jabung terletak di Desa Jabung, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, bahan terbuat dari bata merah, dengan ukuran panjang 13,13 meter, lebar 9,6 meter, tinggi 16,42 meter. Candi menghadap ke barat, Batur dan kaki candi berdenah persegi, badan Candi berbentuk silinder dan atap berbentuk dagoba, tetapi bentuk dagoba ini sudah runtuh. Batur dan kaki candi berhias motif sulur-suluran pada panel maupun di dalam medalion. Badan candi kecuali mempunyai hiasan sulur-suluran juga relief cerita, yaitu cerita Sri Tanjung. Pada candi juga terdapat relung-relung yang dihiasi dengan Kepala Kala. Pada ambang pintu terdapat relief roset dengan angka tahun 1276 Saka (1354 m). Di dalam bilik candi masih terdapat lapikan arca. Atap candi juga berhias motif sulur-suluran.
Candi Jabung dalam Kitab Negarakertagama, pupuh XXXI diuraikan pada saat Raja Hayam Wuruk mengadakan perjalanan di daerah timur (th. 1359) setelah sampai di Kalayu berhenti untuk mengadakan upacara persembahan (nyekar = yakni upacara penaburan bunga). Kalayu adalah nama desa perdekan kasugatan, tempat candi makam sanak kadang Baginda Raja. Penyekaran di makam dilakukan sangat hormat “memegat sigi” nama penyekaran itu. Setelah selesai penyekaran, perjalanan diteruskan mengujungi desa-desa disekitarnya dan bermalam beberapa malam. Kalayu ditinggalkan dan perjalanan menuju ke Kutugan melalui Kebon Agung sampai Kembangrawi dan bermalam. Tanah anugerah Sri Nata kepada Tumenggung Nala, candinya budha menjulang tinggi sangat elok bentuknya. Paginya Baginda dan rombongan meneruskan perjalanan ke Halses, B’rurang, Patunjungan, terus langsung melintasi Patentanan, Tarup dan Lesan sampai di Pajarakan.


Disamping itu di Kitab Pararaton disebutkan bahwa di desa Sejabung terdapat bangunan suci yang diberi gelar abhiseka : Bajrajinaparamitapura. Bila diperhatikan dari urutan perjalanan dan nama-nama desa yang dilalui dan disinggahi maka bangunan suci tersebut kiranya dapat disamakan dengan Candi Jabung sekarang dan bersifat agama Budha.

ARTI DAN FUNGSI CANDI

Senin, 20 Mei 2013

Suku Dayak Orung Da'an

Dayak Nanga Raun, Kalimantan BaratKehidupan Suku Dayak Orung Da'an

Nanga Raun, sebuah desa kecil di jantung Kalimantan.

Desa ini terletak di hulu aliran Sungai Manday, sungai yang mengalir sampai Kecamatan Kalis, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Dibutuhkan waktu sekitar 18 jam untuk mencapai desa ini dengan jalan darat dari Pontianak. Sekitar 1100 jiwa penduduknya mayoritas adalah Dayak Orung Da’an, Dayak yang berasal dari hulu Sungai Da’an. 

Mitsuyama Taisai

Festival Mitsuyama Taisai Festival Mitsuyama Taisai di Jepang

Seni panahan tradisional untuk memuja dewa dilakukan pada Festival Mitsuyama Taisasi di Kuil Itate Hyozu, 3 April 2013 di Himeji, Jepang. Festival ini diadakan setiap 20 tahun sekali sejak 1953.