All about Hindu, Catur Veda, Rigveda, Yajurveda, Samaveda, Atharvaveda, Darsana, Bhagawad Gita, Mahabharata, Ramayana, Teologi, Purana, Itihasa, Resi, Doa-doa, Wayang, Tempat Suci, Tirthayatra, termasuk Lontar
Rabu, 17 Juli 2013
Negara, Kahyangan, Kesatriyan
Negara, Kahyangan, Kesatriyan
Nama negara, kerajaan, kahyangan tempat tinggal para dewa, serta
kesatryan perlu dijelaskan dan secara rind diuraikan agar para penonton, pemerhati
wayang paham nama kerajaan dan rajanya paling tidak dari negara mana asal usul
mereka.
C. Kediaman para Satria
Oleh:
Soetrisno R.
Jumat, 12 Juli 2013
Nagapaya
Prabu Nagapaya adalah
raja raksasa negara Kiskenda. Ia masih keturnan Bathara Siwahjaya, putra
Bathara Kala dengan Dewi Pramuni dari kahyangan Setragandamayit. Prabu Nagapaya
memiliki sifat dan perwatakan, pemberani, serakah, kejam serta mau benar dan
menangnya sendiri.
Rabu, 10 Juli 2013
Organisasi Pewayangan
Organisasi Pewayangan di Indonesia
Perkembangan
wayang dari waktu ke waktu selain didukung oleh masyarakat, juga digerakkan
oleh lembaga-lembaga swadaya masyarakat, bukan oleh pemerintah. Dahulu keraton
menjadi pusat dan acuan pengembangan wayang dan seni pedalangan. Peranan
keraton beralih pada lembaga-lembaga masyarakat antara lain berupa
sanggar-sanggar, lembaga pendidikan, paguyuban-paguyuban budaya, kesenian dan
dalam jaman modem sekarang ini telah tampil pula organisasi-organisasi
pewayangan. Organisasi pewayangan bersifat lokal ada pula yang bersifat
nasional. Organisasi pewayangan dan pedalangan yang bersifat nasional adalah Persatuan
Pedalangan Indonesia atau PEPADI dan SENAWANGI atau Sekretariat
Nasional Pewayangan Indonesia. Dua organisasi pewayangan yang sekarang
berkiprah dalam upaya melestarikan dan mengembangkan wayang.
SENA WANGI atau merupakan organisasi pewayangan
terkemuka dan terkonsolidasikan dengan baik. Didirikan pada tahun 1975, di
Jakarta. Setiap 5 tahun sekali, menyelenggarakan Pekan Wayang Indonesia, yang
merupakan puncak kegiatan pewayangan. Bersamaan dengan Pekan Wayang,
dilaksanakan pula Kongres SENA WANGI. Pada bulan Agustus 1999, diselenggarakan
Pekan Wayang Indonesia VII dan Kongres SENA WANGI yang ke enam. SENAWANGI
mengelola Gedung Pewayangan Kautaman yang terletak di kompleks TMII
Jakarta Timur. Diupayakan gedung ini bisa menjadi Pusat Pewayangan Indonesia
dan dunia.
PEPADI organisasi profesi yang
beranggotakan para dalang, pengrawit dan swarawati memiliki cabang di seluruh
wilayah Indonesia. Banyak bergerak dalam kegiatan pagelaran wayang, pendidikan
dan pelatihan dan lain-lain.
Sumber
: Buku Mengenal Tokoh Wayang Indonesia
Oleh : Solichin, WaluyoSarat dengan Falsafah
WAYANG Sarat dengan Falsafah
Kekuatan utama
budaya wayang, yang juga merupakan jati dirinya, adalah kandungan nilai
falsafahnya. Wayang yang tumbuh dan berkembang sejak lama itu ternyata berhasil
menyerap berbagai nilai-nilai keutamaan hidup dan terus dapat dilestarikan
dalam berbagai pertunjukan wayang.
Asli Indonesia
Asli Indonesia Asli
Asal-usul wayang
menjadi jelas, asli Indonesia yang berkembang sesuai budi daya masyarakat
dengan Wayang Indonesia memiliki ciri khas yang merupakan jatidirinya. Sangat
mudah dibedakan dengan seni budaya sejenis yang berkembang di India, Cina, dan
negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Tidak saja berbeda bentuk serta cara
pementasannya, cerita Ramayana dan Mahabarata yang digunakan juga bisa berbeda.
Cerita terkenal ini sudah digubah sesuai nilai dan kondisi yang hidup dan
berkembang di Indonesia.
Periodisasi WAYANG
Periodisasi WAYANG
Periodisasi
perkembangan budaya wayang juga merupakan bahasa yang menarik. Bermula zaman
kuna ketika nenek moyang bangsa Indonesia masih menganut animisme dan
dinamisme. Dalam kepercayaan animisme dan dinamisme ini diyakini roh orang yang
sudah meninggal masih tetap hidup, dan semua benda itu bernyawa serta memiliki
kekuatan. Roh-roh itu bisa bersemayam di kayu-kayu besar, batu, sungai, gunung
dan lain-lain. Paduan dari animisme dan dinamisme ini menempatkan roh nenek
moyang yang dulunya berkuasa, tetap mempunyai kuasa. Mereka terus dipuja dan
dimintai pertolongan. Untuk memuja roh nenek moyang ini, selain melakukan
ritual tertentu mereka mewujudkannya dalam bentuk gambar dan patung Roh nenek
moyang yang dipuja ini disebut “hyang” atau “dahyang”.
ASAL USUL WAYANG
SEJARAH ASAL USUL WAYANG
Asal-usul dan
perkembangan wayang tidak tercatat secara akurat seperti sejarah. Namun orang
selalu ingat dan merasakan kehadiran wayang dalam kehidupan masyarakat. Wayang
akrab dengan masyarakat sejak dahulu hingga sekarang, karena memang wayang itu
merupakan salah satu buah usaha akal budi bangsa Indonesia. Wayang tampil
sebagai seni budaya tradisional, dan merupakan puncak budaya daerah.
Sabtu, 06 Juli 2013
Langganan:
Postingan (Atom)