Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 April 2014

Renungan Hari Ini


Dengan hati yang diliputi kebimbangan akan keberadaan Tuhan, Manu mendatangi gurunya yang sedang duduk di taman menatap kupu-kupu beterbangan kesana kemari menghinggapi bunga-bunga disana.
“Guru, dengan cara apa saya bisa yakin bahwa Tuhan itu memang ada?”
Manu, lihatlah kupu-kupu itu dengan seksama. Perhatikan warna-warni sayapnya yang indah. Lalu renungkan sedalam-dalamnya dengan cara apa sayap-sayap mereka itu bisa terlukis sedemikian indahnya. Dari setitik telur, menjadi ulat pemakan daun lalu bertapa dalam kepompongnya dan menetaslah kupu-kupu bersayap seindah itu. Siapa menurutmu yang melukis sayapnya dalam kepompong itu? Jika kau mampu merenungkannya secara mendalam, kau akan melihat ada sebuah keagungan semesta berperan disana

Sumber: Berguru Pada Langit

Minggu, 17 Juni 2012

Kesetiaan

Renungan Bhàgavatam: 
Kesetiaan Sukanyà dari Dinasti Sùrya dan Kedewataan Aúwin Kembar
Pada akhir Pralaya yang ada hanya Nàràyaóa, tidak ada yang lain. 
Dari pusar Nàràyaóa nampak bunga teratai dan dari bunga teratai muncul Brahma. 
Marìci keluar dari pikiran Brahma dan akhirnya kawin dengan Kala dan mempunyai putra Åûi Kaúyapa.