Selasa, 29 Januari 2013

Kisah Mahabharata

Mustakaweni

Dewi Mustakaweni adalah putri Prabu Niwatakawaca/Arya Nirbita, raja negara Manikmantaka dengan permaisuri Dewi Sanjiwati. Ia mempunyai kakak kandung bernama Nilarudraka, yang menjadi raja di negara Tegalparung.

Minggu, 27 Januari 2013

Mumpuni


Dewi Mumpuni adalah seorang hapsari/bidadari, putri Resi Kasyapa dengan Dewi Muni, putri Hyang Daksa. Ia mempunyai sifat dan perwatakan ; jujur, penurut dan penuh cinta kasih. 

Mintuna


Bagawan Mintuna adalah Dewa ikan air tawar. Ia mempunyai tempat kedudukan di pertapaan/kahyangan Kisiknarmada. Ia mendapat hak sebagai dewa dan mendapat gelar Bathara dari anugrah Sanghyang Manikmaya/ Bathara Guru raja Tribuana. Ia diberi wewenang sama dengan Dewa seperti Anantaboga, karena jasa-jasanya telah membimbing cucunya, Anantasena membinasakan Prabu Kalalodra, raja negara Girikadasar yang menyerang Suralaya. Bagawan Mintuna juga diberi kekuasaan merajai makhluk yang hidup di seluruh air tawar.

Bagawan Mintuna mempunyai seorang putri, Dewi Urangayu yang kawin dengan Bima, salah satu dari lima satria Pandawa, putra Prabu Pandu. raja negara Astina dengan Dewi Kunti. Bagawan Mintuna bertemu dan membantu Bima untuk memenangkan perlombaan kecepatan membuat sungai dengan keluarga kurawa. Bima kemudian dinikahkan dengan Dewi Urangayu. Dari perkawinan tersebut lahir seorang putra yang diberi nama, Anantasena Bagawan Mintuna berumur sangat panjang, Hal ini karena ia telah minum air kehidupan dari Cupu Madusena yang mempunya kesaktian tidak bisa mati sebelum ia sendiri yang menghendakinya serta masih bersentuhan dengan air tawar.


Sabtu, 26 Januari 2013

Mintaraga


Mintaraga, yakni Arjuna pada waktu bertapa mengasingkan diri. Minta berarti memisah, raga berarti badan yang kasar, jadi pada masa itu Arjuna menjernihkan pikirannya, supaya terpisah dari badan yang, kasar. Kehendak Arjuna bertapa itu supaya jaya nanti pada perang Baratayudha.

Rabu, 23 Januari 2013

Mayangjara




Ditya Mayangjara berujud raksasa salewah, artinya sebelah kulitnya berwarna hitam dan sebelah lagi berwarna putih. Ia adalah putra Ditya Wisnungkara raksasa hitam putra Ditya Rudramurti (penjelmaan Bathara Isnapura putra Sanghyan Wisnu dengan Dewi Sri Pujayanti). Sedangkan ibunya bernama Dewi Mayangsari, hapsari keturunan Sanghyang Nioya.

Meski berujud raksa, Ditya Mayangkara memiliki sifat dan perwatakan ; jujur, setia, baik budi dan suka menolong. Oleh Bathara Wisnu ia mendapat tugas memelihara dan menjaga Taman Sriwedari di kahyangan Untara Segara bersama Sukasarana, putra Bagawan Suwandagni yang berujud raksasa bajang (kerdil).

Pada jaman Lokapala, Ditya Mayangkara pernah menis pada Anoman, hingga Anoman memiliki kekuatan yang luar biasa. Sedangkan pada jaman Mahabharata, Ditya Mayangkara pernah menitis pada Resi Pracandaseta, berwujud kera/wanara putih dan bertempat tinggal di pertapaan Pandansurat, di daerah kerajaan Jodipati, wilayah negara Mertani. Resi Pracandaseta yang dikenal pula dengan nama Resi Mayanggaseta pernah diminta bantuannya oleh keluarga Pandawa agar bersedia menari di alun-alun negara Dwarawati sebagai persyaratan memeriahkan upacara perkawinan antara Arjuna dengan Dewi Wara Sumbadra, adik Prabu Kresna raja negara Dwarawati.

Ditya Mayangkara menikah dengan hapsari keturunan Sanghyang Darmayaka dan mempunyai seorang putra berujud raksasa berkulit hitam yang diberi nama Kalakresna, yang setelah dewasa dibawa Sanghyang Triyarta turun ke arcapada dan membangun kerajaan baru di tanah Astaka di tepi hutan Kamiyaka.

Mayangjara




Ditya Mayangjara berujud raksasa salewah, artinya sebelah kulitnya berwarna hitam dan sebelah lagi berwarna putih. Ia adalah putra Ditya Wisnungkara raksasa hitam putra Ditya Rudramurti (penjelmaan Bathara Isnapura putra Sanghyan Wisnu dengan Dewi Sri Pujayanti). Sedangkan ibunya bernama Dewi Mayangsari, hapsari keturunan Sanghyang Nioya.

Meski berujud raksa, Ditya Mayangkara memiliki sifat dan perwatakan ; jujur, setia, baik budi dan suka menolong. Oleh Bathara Wisnu ia mendapat tugas memelihara dan menjaga Taman Sriwedari di kahyangan Untara Segara bersama Sukasarana, putra Bagawan Suwandagni yang berujud raksasa bajang (kerdil).

Pada jaman Lokapala, Ditya Mayangkara pernah menis pada Anoman, hingga Anoman memiliki kekuatan yang luar biasa. Sedangkan pada jaman Mahabharata, Ditya Mayangkara pernah menitis pada Resi Pracandaseta, berwujud kera/wanara putih dan bertempat tinggal di pertapaan Pandansurat, di daerah kerajaan Jodipati, wilayah negara Mertani. Resi Pracandaseta yang dikenal pula dengan nama Resi Mayanggaseta pernah diminta bantuannya oleh keluarga Pandawa agar bersedia menari di alun-alun negara Dwarawati sebagai persyaratan memeriahkan upacara perkawinan antara Arjuna dengan Dewi Wara Sumbadra, adik Prabu Kresna raja negara Dwarawati.

Ditya Mayangkara menikah dengan hapsari keturunan Sanghyang Darmayaka dan mempunyai seorang putra berujud raksasa berkulit hitam yang diberi nama Kalakresna, yang setelah dewasa dibawa Sanghyang Triyarta turun ke arcapada dan membangun kerajaan baru di tanah Astaka di tepi hutan Kamiyaka.

Mayangjara




Ditya Mayangjara berujud raksasa salewah, artinya sebelah kulitnya berwarna hitam dan sebelah lagi berwarna putih. Ia adalah putra Ditya Wisnungkara raksasa hitam putra Ditya Rudramurti (penjelmaan Bathara Isnapura putra Sanghyan Wisnu dengan Dewi Sri Pujayanti). Sedangkan ibunya bernama Dewi Mayangsari, hapsari keturunan Sanghyang Nioya.

Meski berujud raksa, Ditya Mayangkara memiliki sifat dan perwatakan ; jujur, setia, baik budi dan suka menolong. Oleh Bathara Wisnu ia mendapat tugas memelihara dan menjaga Taman Sriwedari di kahyangan Untara Segara bersama Sukasarana, putra Bagawan Suwandagni yang berujud raksasa bajang (kerdil).

Pada jaman Lokapala, Ditya Mayangkara pernah menis pada Anoman, hingga Anoman memiliki kekuatan yang luar biasa. Sedangkan pada jaman Mahabharata, Ditya Mayangkara pernah menitis pada Resi Pracandaseta, berwujud kera/wanara putih dan bertempat tinggal di pertapaan Pandansurat, di daerah kerajaan Jodipati, wilayah negara Mertani. Resi Pracandaseta yang dikenal pula dengan nama Resi Mayanggaseta pernah diminta bantuannya oleh keluarga Pandawa agar bersedia menari di alun-alun negara Dwarawati sebagai persyaratan memeriahkan upacara perkawinan antara Arjuna dengan Dewi Wara Sumbadra, adik Prabu Kresna raja negara Dwarawati.

Ditya Mayangkara menikah dengan hapsari keturunan Sanghyang Darmayaka dan mempunyai seorang putra berujud raksasa berkulit hitam yang diberi nama Kalakresna, yang setelah dewasa dibawa Sanghyang Triyarta turun ke arcapada dan membangun kerajaan baru di tanah Astaka di tepi hutan Kamiyaka.

Pracandaseta

Resi Mayanggaseta atau Resi Pracandaseta (cerita pedalangan) berwujud kera/wanara putih dan bertempat tinggal di pertapaan Pandansurat, di daerah kerajaan Jodipati, wilayah negara Mertani.

Selasa, 22 Januari 2013

HAKIM MENANGIS

"SEORANG NENEK MENCURI SINGKONG KARNA KELAPARAN, 
HAKIM MENANGIS SAAT MENJATUHKAN VONIS'' !!