Sebagai manusia yang memiliki akal pikiran yang sehat, tentu saja
Anda mampu mempertimbangkan segala sesuatu yang datang pada diri Anda, baik
sesuatu itu berbentuk budaya atau gejala lain yang akan melanda kehidupan Anda.
Tentu saja Anda harus siap menghadapinya dengan baik. Jika Anda belum siap,
maka Anda akan mencurigainya, dan ada pemahaman yang timpang dalam hidup Anda.
Cobalah Anda mempertimbangkan segala sesuatu yang ada di hadapan Anda, lakukan
sesuatu yang terbaik, lakukan sesuatu yang paling bermanfaat dalam hidup Anda.
All about Hindu, Catur Veda, Rigveda, Yajurveda, Samaveda, Atharvaveda, Darsana, Bhagawad Gita, Mahabharata, Ramayana, Teologi, Purana, Itihasa, Resi, Doa-doa, Wayang, Tempat Suci, Tirthayatra, termasuk Lontar
Senin, 16 Januari 2012
Minggu, 15 Januari 2012
Reflections on Intermediaries Who Assist the Lover in His Enterprises
Kama Sutra -Part One
Chapter Five:
Reflections on Intermediaries Who Assist the Lover in His Enterprises
[nàyakasahàya dùtakarma]
[nàyakasahàya dùtakarma]
In order to arrange a marriage, an intermediary is needed for the preliminaries. Through their contacts, they ascertain that both boy and girl lead a civilized life, after which the matter can be considered. The intermediary may be a man or a woman, and is chosen either by the boy or by the girl. The business is concluded, or it is deemed preferable to abandon it, only after numerous exchanges of view.
1
Sexuality must be satisfied, in the first place, within the caste. This is true
for all four castes. By marrying one’s son to a virgin, as prescribed, one
acquires a good reputation and general esteem.
The
sacred books recommend marrying within the social group [kûatra]. Brahman with
Brahman, Úùdra with Úùdra, and assuring that the wife is a virgin, in the
interest of the offspring, so that they can be considered legitimate. A
twice-born must have sons belonging; to his social and cultural milieu. Even
when there is no mutual attraction between man and woman, the word love is
employed, although in this case it is a matter of social convention. The role
of the intermediary is to assure the continuity of the family line of
descendents, which is a man’s essential duty. This is why marriage within the
caste and the begetting of a son are essential, after which, one is free.
Sabtu, 14 Januari 2012
The Conduct of the Well-bred Townsman
Kama Sutra - Part One
Chapter Four: The Conduct of the Well-bred Townsman
1
Having completed his studies and acquired the means of livelihood by gifts
received, conquest, trade, and work, or else by inheritance, or both and,
having married, the well-bred townsman [nagaraka] must settle down in a refined
manner.
In
order to establish himself, a Bràhmaóa acquires assets through gifts; a noble
[kûatriya] by arms and conquest; a merchant [vaishya] by trade; a worker
[úùdra] by hard work and service. The way of life recommended by Vdtsydyana is
not for the penniless and applies to all four castes.
Jumat, 13 Januari 2012
The Acquisition of Knowledge
Kama Sutra - Part One
Chapter Three: The Acquisition of Knowledge
[Vidyàsamuddesha]
[Vidyàsamuddesha]
To succeed in the three aims of life, the first means is the acquisition of knowledge. Without knowledge, almost any achievement is impossible. A brief summary is given below of the teachings dealt with fully in other works.
1
Without curtailing the time dedicated to studying spiritual and material
subjects and related sciences, a man should also study erotic science, the Kàma
Úàstra and its annexes.
Kamis, 12 Januari 2012
The Three Aims of Life
Kama Sutra - Part One
Chapter Two: The Three Aims of Life
1
During the one hundred years of his
life, a man must pursue the three aims successively, without one being
prejudicial to another.
During
the first three periods of his life, a man must realize himself on three
interdependent levels, which are virtue [dharma], wealth [artha], and love
[kama], harmonizing them in such a way that none is prejudicial to the others.
Ringkasan RAMAYANA
Ringkasan RAMAYANA
Ceritera Ramayana terpahat pada relief-relief batu di Candi
Larajonggrang dari abad ke-9 yang terletak di perbatasan antara Yogyakarta dan Surakarta.
Satu seri Ramayana terpahat indah sekali pada sisi dalam di dinding balustrade
dari Candi Siwa yang bermula dengan sebuah adegan ketika dewa Wisnu yang bertahta
di atas ular tanah Ananta sampai saat ketika pasukan kera yang dipimpin oleh
Hanuman menyeberangi laut menuju Langka. Ceritera ini dilanjutkan pada Candi
Brahma di sebelah selatan Candi Siwa di kompleks Candi Larajonggrang. Nama Rama
telah disebut pada prasasti Canggal di Jawa Tengah pada tahun 732 A.D. Kita juga
menjumpai adegan-adegan Ramayana terpahat pada selasar Candi Panataran di Jawa Timur
(abad ke-14), yang dimulai dari pengutusan Hanuman ke Lengka sebagai seorang pengintai
dan berakhir dengan kematian Kumbakarna.
Rabu, 11 Januari 2012
Contents of the Book
Kama Sutra - Part One
Chapter One: Contents of the Book
Invocation.
Origin and development of erotic
science, or Kàma Úàstra
Summary of subjects dealt with in
the Kàma Sùtra
Selasa, 10 Januari 2012
merasa benar sendiri
“trust claim”
Dalam kehidupan umat manusia yang paling berbahaya adalah trust
claim (merasa benar sendiri), seolah-olah tak ada kelompok lain yang
memiliki kebenaran, kecuali dirinya sendiri. Padahal kebenaran di dunia ini
hanya berupa kebenaran relatif yang tentu saja bisa dituntuhkan oleh
kebenaran-kebenaran yang lain. Oleh karena itulah Anda harus bisa membedakan,
mana yang harus Anda pertahankan kebenarannya dan yang mana yang merupakan
relativitas. Sebagai orang yang memiliki akal pikiran, tentu saja Anda tahu apa
yang paling tepat dalam kehidupan Anda.
Segala sesuatu yang ada dalam kehidupan ini membutuhkan apresiasi
yang lebih baik, membutuhkan analisa lebih jauh tentang segala bentuk
kebenarannya. Jika ada orang yang mengklaim dirinya sendiri adalah yang paling
benar, tentu saja orang itu telah menjadikan dirinya lebih kelihatan bahwa ia
tidak memiliki kemampuan rasionalitas. Emil Pitono (2001:267) mengatakan, bahwa
klaim kebenaran biasanya terjadi ketika seseorang sudah bersikap egoistik dan
tidak bisa menerima segala kemungkinan yang akan terjadi dalam kehidupannya.
Orang ini akan bersikap lebih keras dan cenderung tidak akan
menerima segala macam masukan dari orang lain. Sebab menurutnya ungkapan orang
lain hanya akan membuat dirinya menjadi sesat. Klaim ini tentu saja akan
membuat dirinya menjadi fatal, sebab manusia hidup di muka bumi ini juga harus
bisa menerima nasihat dari orang lain, sebab manusia lahir ke muka bumi ini
tidak dalam keadaan sempurna. Anda bisa berupaya menjadi lebih baik, berupaya
untuk menciptakan ruang kehidupannya menjadi lebih bermutu.
Jika Anda menjalankan pikiran Anda, kemudian Anda menemukan
sebuah kebenaran sendiri yang bisa Anda lakukan dalam kehidupan Anda, maka
tentu saja Anda bisa melakukannya dalam kehidupan Anda. Akan tetapi, janganlah
Anda memaksakan kebenaran itu pada orang lain, jangan menjadikan orang lain
sebagaimana diri Anda. Sebab antara Anda dan orang lain memiliki kepribadian
yang berbeda, karakter, kejiwaan, dan latar belakang. Jika trust claim
ini terus menerus dipaksakan, yang terjadi justru fatalitas dalam ruang
kehidupan Anda.
Langganan:
Postingan (Atom)
