Senin, 16 Januari 2012

Mempertimbangkan Dengan Baik

Sebagai manusia yang memiliki akal pikiran yang sehat, tentu saja Anda mampu mempertimbangkan segala sesuatu yang datang pada diri Anda, baik sesuatu itu berbentuk budaya atau gejala lain yang akan melanda kehidupan Anda. Tentu saja Anda harus siap menghadapinya dengan baik. Jika Anda belum siap, maka Anda akan mencurigainya, dan ada pemahaman yang timpang dalam hidup Anda. Cobalah Anda mempertimbangkan segala sesuatu yang ada di hadapan Anda, lakukan sesuatu yang terbaik, lakukan sesuatu yang paling bermanfaat dalam hidup Anda.

Minggu, 15 Januari 2012

Reflections on Intermediaries Who Assist the Lover in His Enterprises

Kama Sutra -Part One 
Chapter Five: 
Reflections on Intermediaries Who Assist the Lover in His Enterprises
[nàyakasahàya dùtakarma]



In order to arrange a marriage, an intermediary is needed for the preliminaries. Through their contacts, they ascertain that both boy and girl lead a civilized life, after which the matter can be considered. The intermediary may be a man or a woman, and is chosen either by the boy or by the girl. The business is concluded, or it is deemed preferable to abandon it, only after numerous exchanges of view.

1 Sexuality must be satisfied, in the first place, within the caste. This is true for all four castes. By marrying one’s son to a virgin, as prescribed, one acquires a good reputation and general esteem.
The sacred books recommend marrying within the social group [kûatra]. Brahman with Brahman, Úùdra with Úùdra, and assuring that the wife is a virgin, in the interest of the offspring, so that they can be considered legitimate. A twice-born must have sons belonging; to his social and cultural milieu. Even when there is no mutual attraction between man and woman, the word love is employed, although in this case it is a matter of social convention. The role of the intermediary is to assure the continuity of the family line of descendents, which is a man’s essential duty. This is why marriage within the caste and the begetting of a son are essential, after which, one is free.

Sarasamuccaya 1 Dasar Dan Tujuan Hidup

Sabtu, 14 Januari 2012

The Conduct of the Well-bred Townsman

Kama Sutra - Part One 
Chapter Four: The Conduct of the Well-bred Townsman



1 Having completed his studies and acquired the means of livelihood by gifts received, conquest, trade, and work, or else by inheritance, or both and, having married, the well-bred townsman [nagaraka] must settle down in a refined manner.
In order to establish himself, a Bràhmaóa acquires assets through gifts; a noble [kûatriya] by arms and conquest; a merchant [vaishya] by trade; a worker [úùdra] by hard work and service. The way of life recommended by Vdtsydyana is not for the penniless and applies to all four castes.

Jumat, 13 Januari 2012

The Acquisition of Knowledge

Kama Sutra - Part One 
Chapter Three: The Acquisition of Knowledge
 [Vidyàsamuddesha]


To succeed in the three aims of life, the first means is the acquisition of knowledge. Without knowledge, almost any achievement is impossible. A brief summary is given below of the teachings dealt with fully in other works.
1 Without curtailing the time dedicated to studying spiritual and material subjects and related sciences, a man should also study erotic science, the Kàma Úàstra and its annexes.

Kamis, 12 Januari 2012

The Three Aims of Life


Kama Sutra - Part One

Chapter Two: The Three Aims of Life


1     During the one hundred years of his life, a man must pursue the three aims successively, without one being prejudicial to another.
During the first three periods of his life, a man must realize himself on three interdependent levels, which are virtue [dharma], wealth [artha], and love [kama], harmonizing them in such a way that none is prejudicial to the others.

Ringkasan RAMAYANA

Ringkasan RAMAYANA


Ceritera Ramayana terpahat pada relief-relief batu di Candi Larajonggrang dari abad ke-9 yang terletak di perbatasan antara Yogyakarta dan Surakarta. Satu seri Ramayana terpahat indah sekali pada sisi dalam di dinding balustrade dari Candi Siwa yang bermula dengan sebuah adegan ketika dewa Wisnu yang bertahta di atas ular tanah Ananta sampai saat ketika pasukan kera yang dipimpin oleh Hanuman menyeberangi laut menuju Langka. Ceritera ini dilanjutkan pada Candi Brahma di sebelah selatan Candi Siwa di kompleks Candi Larajonggrang. Nama Rama telah disebut pada prasasti Canggal di Jawa Tengah pada tahun 732 A.D. Kita juga menjumpai adegan-adegan Ramayana terpahat pada selasar Candi Panataran di Jawa Timur (abad ke-14), yang dimulai dari pengutusan Hanuman ke Lengka sebagai seorang pengintai dan berakhir dengan kematian Kumbakarna.

French to English Dictionary

Rabu, 11 Januari 2012

Contents of the Book

Kama Sutra - Part One

Chapter One: Contents of the Book


  Invocation.
  Origin and development of erotic science, or Kàma Úàstra
  Summary of subjects dealt with in the Kàma Sùtra

Selasa, 10 Januari 2012

merasa benar sendiri

“trust claim”

Dalam kehidupan umat manusia yang paling berbahaya adalah trust claim (merasa benar sendiri), seolah-olah tak ada kelompok lain yang memiliki kebenaran, kecuali dirinya sendiri. Padahal kebenaran di dunia ini hanya berupa kebenaran relatif yang tentu saja bisa dituntuhkan oleh kebenaran-kebenaran yang lain. Oleh karena itulah Anda harus bisa membedakan, mana yang harus Anda pertahankan kebenarannya dan yang mana yang merupakan relativitas. Sebagai orang yang memiliki akal pikiran, tentu saja Anda tahu apa yang paling tepat dalam kehidupan Anda.

Segala sesuatu yang ada dalam kehidupan ini membutuhkan apresiasi yang lebih baik, membutuhkan analisa lebih jauh tentang segala bentuk kebenarannya. Jika ada orang yang mengklaim dirinya sendiri adalah yang paling benar, tentu saja orang itu telah menjadikan dirinya lebih kelihatan bahwa ia tidak memiliki kemampuan rasionalitas. Emil Pitono (2001:267) mengatakan, bahwa klaim kebenaran biasanya terjadi ketika seseorang sudah bersikap egoistik dan tidak bisa menerima segala kemungkinan yang akan terjadi dalam kehidupannya.

Orang ini akan bersikap lebih keras dan cenderung tidak akan menerima segala macam masukan dari orang lain. Sebab menurutnya ungkapan orang lain hanya akan membuat dirinya menjadi sesat. Klaim ini tentu saja akan membuat dirinya menjadi fatal, sebab manusia hidup di muka bumi ini juga harus bisa menerima nasihat dari orang lain, sebab manusia lahir ke muka bumi ini tidak dalam keadaan sempurna. Anda bisa berupaya menjadi lebih baik, berupaya untuk menciptakan ruang kehidupannya menjadi lebih bermutu.

Jika Anda menjalankan pikiran Anda, kemudian Anda menemukan sebuah kebenaran sendiri yang bisa Anda lakukan dalam kehidupan Anda, maka tentu saja Anda bisa melakukannya dalam kehidupan Anda. Akan tetapi, janganlah Anda memaksakan kebenaran itu pada orang lain, jangan menjadikan orang lain sebagaimana diri Anda. Sebab antara Anda dan orang lain memiliki kepribadian yang berbeda, karakter, kejiwaan, dan latar belakang. Jika trust claim ini terus menerus dipaksakan, yang terjadi justru fatalitas dalam ruang kehidupan Anda.